Mencari Tahu Kabar Uber di Indonesia Saat Ini

Beberapa tahun yang lalu keberadaan uber di Indonesia cukup populer dikalangan masyarakat. Apa penyebabnya? Karena tarif yang diberikan lebih murah jika dibandingkan dengan taksi konvensional serta sering terdapat promo.  Namun eksistensi dari uber tidak cukup lama karena kalah saing dengan keberadaan Gojek dan Grab.

Saat ini kabar dari uber itu sendiri bisa dibilang sudah bangkrut atau menutup semua layanannya di Indonesia. Mengejutkan nya lagi Uber melakukan akuisisi dengan Grab. Sehingga semua layanan jasa yang disediakan berpindah menjadi milik Grab.

Seperti yang diketahui awal munculnya aplikasi Uber merupakan pelopor transportasi online di Indonesia. Menawarkan berbagai kemudahan hingga mempunyai pelanggan setia yang cukup bayak. Lalu apa penyebab kegagalan Uber di Indonesia? simak uraian di bawah ini.

Sekilas Tentang Uber di Indonesia

Uber merupakan perusahaan penyedia layanan transportasi online yang berasal dari San Fransisco, Amerika Serikat. Perusahaan ini didirikan sejak bulan Maret 2009, pendirinya adalah Garrett Camp. Penumpang bisa memesan layanan yang disediakan uber melalui sebuah aplikasi. Aplikasi ini nantinya akan menghubungkan penumpang dengan sopir kendaraan.

Perusahaan yang satu ini ternyata juga mengatur layanan penjemputan di berbagai kota di dunia. bisa dikatakan uber sudah berada di banyak negara di dunia. Untuk bisa menikmati layanannya juga sangat mudah yaitu dengan mengirim pesan teks atau memakai aplikasi khusus.

Kesuksesan uber di negara asalnya dilanjutkan dengan memperluas layanannya di berbagai negara, salah satunya di Indonesia.  Pada awal kemunculan nya Uber merupakan pelopor transportasi online di Indonesia. Dalam waktu singkat keberadaannya sudah mencuri hati pelanggannya. Alasannya karena mudah dan mudah.

Akan tetapi, harga murah dan banyaknya promo yang ditawarkan tidak bisa menyelamatkan uber dari kebangkrutan. Hingga pada tahun 2018 uber di Indonesia resmi gulung tikar dan akuisisi dengan Grab.

Penyebab Gagalnya Uber di Indonesia

  1. Terdapat Banyak Pilihan Transportasi

Pengguna Uber yang paling banyak berada di kota jakarta. Padahal diketahui jika di kota ini terdapat layanan transportasi yang tarifnya lebih murah dari transportasi online. Misalnya kereta listrik serta bus trans jakarta, kedua transportasi tersebut jauh lebih murah jika dibandingkan dengan Uber.

Banyaknya transportasi di Jakarta dengan tarif lebih murah pada akhirnya membuat pengguna transportasi online ini menjauh. Jadi hal ini menjadi salah satu penyebab gagalnya uber di Indonesia.

  1. Banyaknya Kompetitor Taxi Online

Penyebab gagalnya Uber di Indonesia selanjutnya adalah banyaknya kompetitor taxi online lainnya. Misalnya kehadiran grab taxi telah mengambil banyak costumer cukup besar di pasar transportasi online. Bahkan layanan Grab bisa digunakan di berbagai kota besar di Indonesia.

Selain itu hadirnya Gojek juga mempunyai andil besar dalam mengambil pasar transportasi online di Indonesia. Persaingan di antara ketiga jasa layanan transportasi online tersebut cukup ketat hingga akhirnya Uber kalah saing. Terlebih Gojek merupakan startup yang diciptakan oleh anak bangsa sehingga ada kebanggaan tersendiri untuk menggunakannya.

  1. Penggunaan Smartphone

Meski diketahui jika penggunaan internet di Indonesia dari waktu ke waktu selalu mengalami peningkatan. Fakta tersebut diikuti dengan penggunaan Smartphone yang semakin luas. Akan tetapi masih ada banyak orang yang tidak memiliki Smartphone karena masih dianggap barang mahal.

Perlu dipahami jika memiliki Smartphone bukan berarti juga menggunakan Uber. Hal ini tidak menutup kemungkinan karena ketidaktahuan masyarakat akan aplikasi ini. Selain itu di beberapa wilayah di Indonesia jaringan internet 3G masih sulit dan sering putus-putus.

  1. Tarif Murah dan Banyak Promo

Namanya juga bisnis jasa transportasi tentunya akan mencari pangsa pasar untuk mendapatkan banyak pelanggan. Cara yang dilakukan Uber adalah dengan memberikan tarif yang sangat murah serta memberikan berbagai promo menarik.

Pada waktu itu uber di Indonesia berasumsi ini merupakan langkah tepat untuk mendapatkan banyak penghasilan. Namun kenyataannya malah membuatnya terus mengalami kerugian.

  1. Gaji untuk pengemudi

Dengan tarif yang murah serta banyaknya promo tidak membuat Uber mendapatkan keuntungan justru kebalikannya. Pada awalnya cara tersebut dilakukan untuk membangun pelanggan yang stabil. Dari cara ini pelanggan Uber di Indonesia hanya membayar 41% tarif dari keseluruhan biaya perjalanan.

Sisanya dibayarkan oleh perusahaan atau investor. Sedangkan biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar pengemudi sebesar 65-75% dari pendapatan yang diperoleh setiap adanya perjalanan. Dilihat dari itu saja uber sudah tidak mendapatkan keuntungan. Sehingga tidak heran jika terus mengalami kerugian

Nah itulah uraian tentang kabar Uber di Indonesia. Kesimpulannya bahwa keberadaannya di Indonesia telah berakhir dan akuisisi dengan Grab. Supaya bisa mencari tahu tentang Uber bisa juga melalui ridelancer. Di ridelancer terdapat berbagai informasi tentang layanan beberapa perusahaan, seperti Uber, Lyft, Doordash, Grubhub dan sebagainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *